Rumah Batik Dempo

Deskripsi proyek

Rumah Batik Dempo, merupakan rumah modern bernuasa etnik yang di miliki oleh sepasang suami istri yang keduanya berkarir dan memiliki dua orang anak. Pasangan suami istri ini sangat menaruh minat pada seni, budaya dan barang-barang antik, terlebih lagi keduanya berangkat dari keluarga yang memiliki kultur budaya Jawa yang cukup kental namun tetap memiliki pandangan dan pemikiran modern dan berkembang tentang konsep hunian yang mereka harapkan untuk di tinggali dengan jangka waktu yang panjang dan dapat memenuhi semua kebutuhan aktivitas mereka serta aspek refreshing yang mereka butuhkan setelah melakukan segala rutinitas keseharian di luar rumah. Lokasi rumah ini berada di Jakarta selatan dengan lingkungan yang cukup nyaman dan tenang walaupun berada ditengah kota serta memiliki taman umum  tepat di depan lahan hunian memberikan keuntungan tersendiri. Bentukan lahan hunian ini cukup unik dengan bentuk tidak beraturan bahkan ada satu area paling belakang berupa cerukan terhadap site sekitarnya sehingga menimbulkan area kantung yang cukup panjang ke samping.

Melalui study karakter klien, kondisi lahan dan lingkungan eksisting,serta semua kebutuhan ruang yang sangat banyak melahirkan suatu konsep hunian yang ingin memberikan kesan kuat, unik dan berbeda dari kebanyakan hunian di tengah kota pada umumnya, yaitu konsep teras rumah.  Sengaja hunian ini di pecah menjadi tiga massa yang di petakan seperti huruf “U” menghadap ke jalan raya pemukiman, selain menghindar dari kesan solid dan besar juga berusaha menciptakan  ruang terbuka dengan meletakkan kolam renang & taman ditengahnya. Penggunaan material kaca frameless dan material yg krawang pada hunian ini semakin memperkuat kesan teras yang terbuka dan ringan, terutama yang menghadap arah kolam, kondisi ini menghasilkan hubungan visual yang masih saling berkaitan  meskipun di pisahkan oleh jarak yg cukup jauh baik secara horizontal maupun vertical. Proses ketika masuk melalui ramp di basement kemudian dihantarkan langsung ke dek kolam sebagai ruang transisi sebelum masuk ke dalam massa bangunan ruang kerja di sebelah kiri atau ruang makan & ruang tamu di sebelah kanan penghuni diajak untuk merasakan pengalaman visual yang berbeda karena ketika berdiri di ruang tersebut sudah terlihat keseluruhan ruang-ruang di level ground ini, hampir tidak ada dinding solid sebagai pembatas melainkan kaca frameless sebagai selimut tipis banguan ringan dan transparan sehinga memberikan kesan massa bangunan di atasnya seakan-akan melayang.

Pada akhirnya semua pengalaman visual yang ada terorientasi ke ruang terbuka tadi dan berinteraksi dengan taman lingkungan yang ada di depan site. Sehingga yang terasa adalah sebuah pengalaman menikmati hidup dalam sebuah rumah yang terasa menyejukkan, menenangkan dan penuh dengan kedinamisan.

 


Rumah Batik Dempo

Konsultan : Wahana Architects
Arsitek : Rudy Kelana, Gerard Tambunan, Sofia Purba.
Struktur : Ricky Theo
Interior : Platform Architects
Lighting : Infiniti lighting

Landskap : Sanggar Kemuning
Kontraktor : Wahana Cipta Selaras & NeronConstruction.
Luas tanah : 427 m2.
Luas bangunan : 947 m2