Bulletin House

Rumah yang letaknya di Jakarta Timur dengan luas lahan kurang lebih 215m2 ini memiliki konsep yang lahir dari kebutuhan dan keinginan klien, yang merupakan seorang ibu umur paruh baya yang memiliki dua orang anak laki-laki dewasa dan sudah memiliki tempat tinggal sendiri, dan berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas di Depok. Sehari-hari klien tinggal sendirian dan satu orang sopir sekaligus staf rumah tangga paruh waktu. Keinginan klien adalah agar anak-anaknya sesekali dating mengunjungi dan menginap beberapa waktu di rumah ini. Lahannya sendiri sejak awal sudah ada rumah eksisting dengan kondisi separuh jadi, kemudian dalam masa pembangunan dihancurkan kecuali beberapa struktur bangunan yang sekarang menjadi kamar tidur utama, selain karena kondisinya masih layak&kuat juga sebisa mungkin menekan pembiayaan.

Untuk memenuhi semua hal tersebut kemudian muncullah ide untuk membuat dua buah massa bangunan, dimana massa utama di tembusi oleh massa kedua. Massa utama sengaja di letakkan di level dasar menggunakan atap pelana yang di modifikasi dengan arah kemiring tercuram ke depan, mencakup semua kebutuhan ruang klien seperti: ruang tidur utama yang besar termasuk didalamnya kamar mandi dan ruang kerja, ruang tamu, ruang makan, dapur, area servis, dan pelataran belakang rumah dengan kolam reflecting yang menjadi ruang terbuka nyaman serta berkontribusi besar dalam menunjang kualitas siskulasi udara dan pencahayaan alami rumah ini. Sedangkan massa kedua adalah sebuah box berkonstruksi baja yang berselimutkan GRC motif kayu diletakkan di lantai atas. Box ini merupakan massa tambahan yang terinspirasi dari konsep pavilion, dimana terdapat dua kamar tidur tamu yang di peruntukkan untuk kedua anaknya dan satu kamar mandi, akses menuju massa ini pun di letakkan di pelataran belakang berupa tangga beratapkan material tembus pandang sehingga semakin memberikan terasa kesan berada di luar ruangan dan terpisah dari massa box tersebut.  Untuk memperkuat konsep massa utama yang di tembusi oleh box lapis GRC maka atap massa bangunan utama yang bersinggungan dengan massa box GRC dirobek sedikit dan diganti oleh atap kaca sehingga terasa seolah-olah box tersebut menerobos masuk, suasana ini akan semakin terasa ketika berada di ruang tamu karena terdapat void tinggi. Void ini juga berperan penting untuk menciptakan konektivitas antar ruang yang berada di bawah dan di atasnya dan juga memberikan kesan mewah serta lapang namun tetap terasa nyaman.


Bulletin House

Konsultan : Wahana Architects
Arsitek : Rudy Kelana, Gerard Tambunan, Paula Silalahi
Struktur : Tri Sarana Metrika
Interior : Artura Insanindo

Kontraktor : Tri Sarana Metrika
Luas tanah : 215 m2.
Luas bangunan : 242 m2